Headlines News :
Home » » Eugenetika, Impian Hitler Ciptakan Ras Sempurna

Eugenetika, Impian Hitler Ciptakan Ras Sempurna

Written By Rewin Satria on Selasa, 19 November 2013 | 06.38

Cerita tentang Adolf Hitler tidak ada habisnya. Salah satunya adalah soal cita-citanya dalam konsep eugenetika. Sebuah konsep perbaikan ras manusia dengan membuang penyakit dan cacat serta memperbanyak individu yang sehat.
Ketika Nazi yang dipimpinnya mulai eksis di Eropa, ia berusaha mewujudkan impian "membuat" manusia yang sempurna secara membabi buta dan mengerikan berdasarkan teori evolusi tersebut. Bahkan dalam bukunya yang berjudul Mein Kampf (Perjuanganku), ia menyamakan ras non-Eropa sebagai kera.
Teori Darwin sangat merasuk ke otaknya kala Jerman kalah pada Perang Dunia I (1914 - 1918). Pada saat itu, keadaan Jerman memang sangat sulit karena segala sesuatu diatur dalam berbagai penjanjian yang dikendalikan oleh Sekutu sebagai pemenang perang.
Akibatnya, muncul semaca amok dalam diri Kanselir Hitler. Salah satu prinsip teori yang menginspirasinya adalah bahwa setiap makhluk hidup harus bertarung demi mempertahankan hidup. Prinsip ini diterapkannya dengan memulai penyerangan terhadap negara-negara tetangga, seperti Austria, Cekoslovakia, Prancis, Rusia. Kemenangan yang terus didapat membuatnya besar kepala dan ingin menguasai dunia.
Akhirnya konsep eugenetika pun dipakai. Eugenetika bisa diartikan sebagai perbaikan ras manusia dengan memperbanyak individu-individu yang sehat dan membuang mereka yang cacat atau sakit. Individu yang sehat bisa dihasilkan dari perkawinan individu yang sehat pula.
Hitler menerapkan konsep tersebut dengan tangan besi, dan hasilnya sangat mengerikan. Orang-orang lanjut usia, cacat fisik dan mental, serta menyandang berbagai penyakit dari seluruh Jerman, dikumpulkan dalam satu pusat sterilisasi khusus. Di sini, mereka dihabisi karena dianggap parasit.
Untuk mendapatkan ras Arya (Jerman) murni, ia menganjurkan pemuda-pemudi yang berambut pirang dan bermata biru untuk melakukan hubungan seks bebas. Hingga 1935, sebagai diktator, ia mendirikan ladang-ladang khusus reproduksi manusia. Di dalamnya pemuda-pemudi Jerman dikumpulkan dan harus melayani setiap pria dari rasa Arya yang amsuk, demi mendapatkan keturunan yang unggul.
Yang lebih gila, ukuran tengkorak manusia Jerman, terutama yang baru lahir, juga diukur. Ini karena menurut teori Evolusi Darwin, volume otak makhluk hidup akan membesar saat menaiki tangga evolusi. Akibatnya, bayi yang tak memiliki volume otak tak sesuai harus juga disingkirkan. Dengan demikian akan didapat manusia yang benar-benar sempurna untuk dijadikan prajurit masa depan Jerman.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Total Tayangan Laman

Popular Posts

 
Support : Creating Website | Rewin Template | Download Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2050. Indonesia get power - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Rewinsatria