Headlines News :
Home » » 5 Kesalahan Soal Colombus

5 Kesalahan Soal Colombus

Written By Rewin Satria on Selasa, 15 Oktober 2013 | 05.38


Perjalanan Christopher Columbus dalam pelayaran dan penjelajahannya pada abad ke-15 mengisi catatan sejarah dan melahirkan banyak kisah. Namun, ternyata banyak cerita tentang dirinya yang keliru.


Pelayar asal Genoa, Italia ini lahir pada 1451 dan meninggal dunia pada 1506. Berikut ada lima kekesalahan soal Columbus.


1. Membuktikan bahwa bumi bulat

Jika salah satu tugas pelayaran Columbus adalah membuktikan bahwa bumi bulat, bukan datar, maka ia terlambat 2000 tahun. Sebab, jauh sebelumnya manusia sudah meyakini bahwa bumi bulat.


Pada abad ke-6 sebelum Masehi, pythagoras sudah menyatakan bahwa bumi bulat. Aristoteles pada abad ke-4 sebelum Masehi juga berpendapat sama. Ia bahkan sudah menjelaskan bayangan bumi di permukaan bulan yang menjadi sisi gelap.


Pada abad ke-2 Masehi, Claudius Ptolemy menulis "Almagest", sebuah risalah matematika dan astronomi bahwa bumi berbentuk seperti bola. Teks ini bahkan sangat populer dan diajarkan di masa Columbus (abad ke-15 Masehi).


Columbus sendiri banyak mengandalkan insting dan pengetahuan pribadi soal bumi. Sehingga, ia sering melakukan kesalahan. Saat ingin berlayar ke Jepang, ia justru tiba di Bahama. Dia juga pikir Amerika adalah India.


Persepsi bahwa perjalanan Columbus untuk membuktikan bumi bulat kemungkinan berasal dari buku biografi Columbus yang ditulis Washington Irving pada 1828. Sebelumnya tak ada penyebutan tentang hal ini.


2. Columbus menemukan Amerika

Jauh sebelum Colombus lahir, sudah ada jutaan manusia yang hidup di benua Amerika. Bahkan, pelayaran Leif Ericson sudah mencapai Greenland dan Canada pada 1000 tahun sebelum Masehi.


Colombus dibilang menemukan Amerika. Padahal, dia sendiri tidak tahu Amerika. Sampai kematiannya, dia hanya mengatakan pernah mendarat di Asia, meski sebenarnya mendarat di Bahama dan Amerika.


Apa yang ditemukan Columbus adalah kepulauan Bahama dan kemudian pulau yang dinamai Hispaniola, sekarang dibagi menjadi Haiti dan Republik Dominica.


Pada pelayaran berikutnya ia mengarah ke selatan ke daerah Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Dia sendiri belum pernah mendarat di daerah yang kini menjadi Amerika Serikat.


Lalu, kenapa Amerika Serikat merayakan Colombus sebagai penemu daerah mereka? Sebab, pada era awal Amerika Serikat, mereka berperang melawan Inggris, bukan Spanyol. John Gabor (Giovanni Caboto) menemukan Newfoundland pada 1497. Ini yang mengawali invansi Inggris ke Amerika Utara. Anehnya, nama Washington DC untuk menghormati Columbus. Arti DC adalah District of Colombia, bukan Cabot.


3. Columbus mengenalkan sipilis kepada Eropa

Ini sangat bisa diperdebatkan. Sipilis sudah ada di Amerika sebelum era Columbus. Penyakit kelamin ini juga sudah ada di Eropa, cuma belum diketahui. Yunani kuno sudah menjelaskan penyakit ini.


Mungkin, secara kebetulan sipilis memang merebak di Napoli pada 1494 selama invansi Perancis, hanya dua tahun setelah Colombus kembali. Ini yang dihubung-hubungkan dengan Columbus.


Ada catatan pula bahwa sipilis pernah mewabah di Inggris pada abad ke-13. Analisis karbon dan DNA di tulang-tulang orang masa itu mendukung fakta itu.


4. Colombus meninggal dalam kemiskinan

Colombus memang bukan orang kaya ketika ia meninggal dunia di Spanyol dalam usia 54 tahun pada 1506. Tapi, ia bukannya hidup dalam kemiskinan yang memprihatinkan. Ia hidup enak dalam ekonomi yang di atas rata-rata di apartemen daerah Valladolid, yakni Kastil Crown.


Setelah kematiannya, keluarganya menuntut kerajaan yang terkenal dengan Pleiton Colombinos atau Tuntutan Colombus yang berlangsung sampai 20 tahun. Keturunannya kemudian mendapatkan hasil gugatan itu dalam jumlah yang cukup banyak.


5. Colombus tak melakukan hal besar

Banyak yang menganggap Colombus benar-benar pelayar bodoh yang tak pernah melakukan hal besar. Meski ia sering melakukan kesalahan, setidaknya ada penemuan yang ia tinggalkan.


Ia menemukan arah angin bawah ke arah timur yang mengembus ke daerah Caribia. Sedangkan angin atas ke arah barat yang bisa membawa kapal ke Eropa.


Kisah keberhasilannya dalam pelayaran pertama memengaruhi Eropa untuk melakukan hal sama. Sejak itu, banyak pelayaran Eropa ke berbagai daerah dan kemudian dibareng kolonisasi.


Sumber : Intisari
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Total Tayangan Laman

Popular Posts

 
Support : Creating Website | Rewin Template | Download Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2050. Indonesia get power - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Rewinsatria